09.09 14-07-2013
Seungguh mipi kali inin mimpi yang paling saya tak ingin mimpikan. Siapa saja yang bermimpi ini pasti tak ingin mimpi ini terjadi di dunia nyata. Singkat cerita; Saya, si AWP, si Tikus, si Merpati dan masih banyak lagi teman teman yang lainnya ada di tersa depan rumah saya (entah sedang melakukan apa) dan di sana ada seseorang, seseorang yang saya tidak kenal di dunia nyata tapi saya kenal di mimpi ini, dia adalah seorang pria ber-ras india dan dia sedang mengendarai bus sekoah.
Anehnya depan rumah saya itu menjadi jalan raya yang di sisi sisinya ada gurun pasir dan di atas jalan rayanya ada jalan layang (sebenarnya saya tak ingat jelas mimpi ini, tapi kira kira seperti itu). Beberapa kali saya melihat pria ber-ras inidia itu mengendarai bus di jalan layang dan dia baik baik saja, tapi saat saya melihatnya lagi dia kecelakaan, bus yang dikendarainya bergantung di jalan layang, lalu dia keluar dari bus itu, dan dia naik ke atas bus itu dan menginjak njak busnya, dan tak lama kemudian ada tsunami mobil (seperti gulungan ombak yang tebuat dari mobil) Dan saat tsunami sampai di mulut pagar rumahku tusnami itu berhenti seketika, dan saya mengatakan "untung we teu nyampe imah" dan setelah saya berkata begitu tsunami itu kembali bergerak dan menerjang rumah dan yang ada di dalamnya.
Mimpi ini menjadi gelap sesaat, dan setelah kembali normal, yang di teras rumah hanya saya dan si merpati yang selamat, saya sempat terpaku melihatnya untuk sesaat, tapi saya langsung lari kedalam rumah untuk melihat keluarga saya, setelah sampai di dalam rumah terdengar berita bahwa bapak saya telah meninggal dan saya dalam mimpi ini benar benar sedih. Para saudara saudara saya sibuk menelepon yang lain untuk mengabarkan bahwa bapak saya telah meninggal, anehnya saya, ibu saya dan teteh saya sedang melihat sebuah film, film yang berkisahkan seorang ibu yang meninggal, dan anehnya ada Mang dudud sedang menelepon nenek saya untuk mengabarkan keadaan bapak saya dan anehnya sebenarnya bahwa neneksaya dalam dunia nyata itu sedah meninggal. itulah singkat cerita
Seungguh mipi kali inin mimpi yang paling saya tak ingin mimpikan. Siapa saja yang bermimpi ini pasti tak ingin mimpi ini terjadi di dunia nyata. Singkat cerita; Saya, si AWP, si Tikus, si Merpati dan masih banyak lagi teman teman yang lainnya ada di tersa depan rumah saya (entah sedang melakukan apa) dan di sana ada seseorang, seseorang yang saya tidak kenal di dunia nyata tapi saya kenal di mimpi ini, dia adalah seorang pria ber-ras india dan dia sedang mengendarai bus sekoah.
Anehnya depan rumah saya itu menjadi jalan raya yang di sisi sisinya ada gurun pasir dan di atas jalan rayanya ada jalan layang (sebenarnya saya tak ingat jelas mimpi ini, tapi kira kira seperti itu). Beberapa kali saya melihat pria ber-ras inidia itu mengendarai bus di jalan layang dan dia baik baik saja, tapi saat saya melihatnya lagi dia kecelakaan, bus yang dikendarainya bergantung di jalan layang, lalu dia keluar dari bus itu, dan dia naik ke atas bus itu dan menginjak njak busnya, dan tak lama kemudian ada tsunami mobil (seperti gulungan ombak yang tebuat dari mobil) Dan saat tsunami sampai di mulut pagar rumahku tusnami itu berhenti seketika, dan saya mengatakan "untung we teu nyampe imah" dan setelah saya berkata begitu tsunami itu kembali bergerak dan menerjang rumah dan yang ada di dalamnya.
Mimpi ini menjadi gelap sesaat, dan setelah kembali normal, yang di teras rumah hanya saya dan si merpati yang selamat, saya sempat terpaku melihatnya untuk sesaat, tapi saya langsung lari kedalam rumah untuk melihat keluarga saya, setelah sampai di dalam rumah terdengar berita bahwa bapak saya telah meninggal dan saya dalam mimpi ini benar benar sedih. Para saudara saudara saya sibuk menelepon yang lain untuk mengabarkan bahwa bapak saya telah meninggal, anehnya saya, ibu saya dan teteh saya sedang melihat sebuah film, film yang berkisahkan seorang ibu yang meninggal, dan anehnya ada Mang dudud sedang menelepon nenek saya untuk mengabarkan keadaan bapak saya dan anehnya sebenarnya bahwa neneksaya dalam dunia nyata itu sedah meninggal. itulah singkat cerita