Langsung ke konten utama

Dua Fraksi, Mimpi 16

--/--/----
  
    Hmmm...  Aku rasa aku berada di tempat yang sudah tidak asing bagi ku. Langit biru dengan beberapa gundukan awan putih, mataku melihat ke langit. Sudah lama rasanya aku tidak mengunjungi tempat ini sudah hampir 1 tahun mungkin atau lebih. Tempat yang dulu mempunyai kenangan indah, takpernah ku lupakan, belakang masjid. Dulu di sini aku sering sekali bermain bersama teman temanku, bermain bola dan lainnya, tapi kini aku di sini bukan untuk bermain, aku berada di tempat ini di dunia mimpi.
   Terlihat seperti ada dua kelompok besar yang beranggotakan teman-teman ku. Entah berapa orang yang jelas sangat banyak, tempat ini serasa bertambah luas. Aku lihat ini seperti ada permainan "perang-perangan", ada dua kubu kalau tidak salah kubu merah dan kubu biru atau biru untuk yang pro islam dan merah untuk kontra islam. Ya, kami seperti bermain permainan perang seperti catur atau video game civilization, bermain dengan bergiliran antar kubu. Pada awalnya kami bermain dengan senang-senang sampai beberapa permainan tetapi lama kelamaan permainan ini menjadi serius yang awalnya bohongan menjadi perang sungguhan. Kami semua berperang dengan sengit, aku lupa siapa pemimpin kubu biru itu (kubu ku) yang jelas di sana pangkatku tinggi (bukan serdadu ataupun bukan panglima). Suara dan demtuman keras saat perang terdengar sangat kencang. Sampai pada suatu saatnya pasukan musuh meminta bantuan berupa pasukan berkuda coklat yang jumlahnya banyak dan siap menyerang kami. Kuda-kuda itu pun lari mengarah ingin menyerang kepada kami, lalu tiba-tiba pasukan berkuda itu menghilang begitu saja. Aku heran mengapa bisa menghilang. Setelah beberapa saat pasukan kuda itu menghilang, pemimpin dari kubu ku berdiskusi dengan pemimpin dari kubu merah. Aku sebenarnya ikut berdiskusi tetapi aku lupa tentang apa, yang jelas saat diskusi itu telah usai, aku tersenyum mengejek kepada musuh ku tetapi tiba-tiba pasukan berkuda yang sebelumnya menghilang tiba-tiba ada lagi! Aku terkejut dan bertanya kepada pemimpin ku "bagaimana ini?" ia menjawab: "tenang, ini salah satu strategi dari kita."

Postingan populer dari blog ini

Hidup yang Aku Inginkan, Mimpi 11

Mimpi --/--/2016 Hari-hari dijalani seperti biasa, tidak ada yang menarik ataupun tanda-tanda yang spesial tapi malam ini aku mendapati mimpi yang spesial... kisaran pukul 3 pagi aku mendapati mimpi ini... Ada tiga orang sosok yang mendatangi rumahku saat itu. tiga sosok itu masih blur  dari kejauhan, tidak jelas siapa ke-3 orang itu. Perlahan-lahan mereka menghampiri rumahku, akhirnya mereka masuk ke dalam rumahku. Saat itu aku tidak tahu mereka, aku sedang berada di dalam kamarku, salah satu tempat terindah di dunia. Mereka bertiga duduk di kursi di ruang tamu, aku tidak peduli siapa itu tapi, tidak lama orang tuaku memanggil ku untuk keluar kamar dan menemui tamu-tamu itu. Aku pun mematuhi perintah orang tuaku dan segera keluar kamar. Aku ingat saat itu aku mengenakan baju koko berwarna putih dan celana bahan hitam yang biasa aku kenakan untuk pergi ke masjid. Yah... aku keluar dari duniaku. Aku keluar kamar dan menemui tamu-tamu tersebut, aku lihat wajah-wajah ta...

Taming, Mimpi 14

14/03/2017       Mimpi ini aku dapati saat sedang tidur siang di hari selasa, hari ini tidak sekolah, karena ada kegiatan OSN di sekolah ku.      Di hutan entah berantah, di hutan dengan pepohonan yang sanggat besar dan tinggi, pohon-pohon itu terlihat seperti pohon cemara, tepatnya seperti hutan RedWood di game ARK. Di Redwood ini ada sebuah koloni manusia yang terdiri dari anak-anak kelas ku. Pakaiannya persis seperti hide cloth di game ARK. Hutannya sangat indah, dengan pepohonan dan bioma yang khas. Tapi ada yang aneh disini, di sini aku menikah dengan si SJR. Pernikahannya dilangsungkan di tengah hutan Redwood tersebut, jika tidak salah saat itu waktunya adalah pagi hari dengan masih berkabut. Semua orang di koloni kami mengucapkan selamat, ada banyak yang aneh mengapa aku bisa mendapatkan si SJR, ada juga yang terkejut seraya berkata "Cieeee, edan euy maneh bisa meunangkeun si eta." Tapi ucapan selamat yang paling aku ingat adalah...

Vila, Mimpi 13

12/03/2017    Barudak kelas ku (XII A6) sedang berlibur ke vila, entah vila itu berada di mana, yang jelas jenis bangunan vilanya adalah berarsitektur seperti gedung putih, ya seperti vila jaman dahulu, cat nya berwarna putih, dan cukup besar untuk kami. Entah mengapa saat  kami sudah berada di vila tersebut, bukannya kami bersenang-senang malahan kami belajar. Hanya sebagian dari kami yang mengikuti pelajaran di vila itu, tidak tahu pelajaran apa itu jelasnya. Sebgian lagi kalau tidak salah telat atau jam siang, yang jelas sebagian (absen atas) ada di kelas ini. Kelas ini seperti kelas di SSC saat aku SD hanya saja bangukunya adalah pergabungan antara bangku tempat les dan bangku sekolah (kelas 12). Aku tidak ingat pelajaran apa itu, tapi saat dipenghujung jam terakhir, saat pergantian kelas, tiba-tiba ada temanku bernama si Depanku tiba-tiba pingsan dan kejang-kejang. Refleks semuanya melihat padanya, semua orang terheran-heran mengapa dia bisa seperti itu. Tidak la...